Rabu, 23 Maret 2016

Ibu,Bapak, Teman-Teman Harus Tau! Hati-Hati Jika Bertemu Anak Kecil Menangis Di Jalan. Bahaya!!

IBU, BAPAK, TEMAN-TEMAN HARUS TAU !!! HATI-HATI JIKA KETEMU ANAK KECIL MENANGIS DI JALAN.......... BERIKUT PENJELASAANYA




Ibu,Bapak, Teman-Teman Harus Tau! Hati-Hati Jika Bertemu Anak Kecil Menangis Di Jalan. Bahaya!!

Pesan ini ditujukan kepada setiap pria dan wanita yg bepergian sendirian ke kampus, tempat kerja atau kemana saja. Jika kalian menemukan anak kecil menangis di jalan dengan menunjukkan sebuah alamat dan memintamu untuk mengantarnya ke alamat tersebut, bawalah anak itu ke kantor POLISI dan jangan bawa anak itu ke alamat tersebut!!

Anak itu telah di suruh oleh si pelaku kejahatan untuk menggiring kalian menuju ke tempat si pelaku melakukan
aksi


kejahatannya.

Ini adalah Modus baru PENJ4HAT untuk MER4MPOK, MEMP3RKOS4 & MENCULIK.

Mohon Informasikan ke semua kawan-kawan.

 Jangan ragu untuk membagikan pesan ini kepada yang lainnya.

Pesan ini bisa membantu menyelamatkan wanita dan orang yang penting dalam hidup anda..... karena sudah banyak korban.

Jadi biarkan POLRI yang mengantarkan anak itu ke alamat tersebut..

Ayo saudara SHARE buat keselamatan saudara2 kita semua


Begini Modus Baru Begal di Bekasi
Infografis "Begal Tak Sepi Diburu Polisi". (ILUSTRASI: RIZAL ZULFADLI)
TEMPO.COBekasi - Aksi perampokan dengan modus baru terjadi di Kota Bekasi. Modusnya yaitu pelaku memancing korban dengan cara menaruh telepon selular seolah-olah hilang karena jatuh. Sasaran perampok, ialah korban yang menemukan telepon tersebut saat mengembalikan.

Kepala Kepolisian Sektor Bekasi Timur Komisaris Imam Irawan menuturkan, peristiwa itu menimpa Eli Kanowaruwu pada Selasa dinihari, 4 Agustus 2015, sekitar pukul 03.00, di Lapangan Multiguna, Bekasi Timur. Eli yang bermaksud ingin mengembalikan telepon selular temuannya dihajar kawanan tak dikenal berjumlah 12 orang.

"Sepeda motor dan telepon selular korban dirampas," kata Imam, Rabu, 5 Agustus 2015. Imam mengatakan, korban menemukan telepon selular buatan Cina pada Ahad malam. Berselang beberapa jam kemudian, telepon yang ditemukan itu berdering. Ternyata pelaku menghubunginya, dengan berpura-pura kehilangan.

Antara korban dan pelaku lalu membuat janji. Setelah sepakat, mereka bertemu di tempat kejadian perkara. Tak disangka, seusai mengembalikan korban malah menjadi sasaran empuk pelaku. Korban dipukuli dan diambil hartanya yaitu sepeda motor jenis Honda Beat B-3376-KTC. "Korban ditolong warga dibawa ke rumah sakit," kata Imam.

Polisi yang mendapat laporan bergerak cepat. Tak lama kemudian, petugas Reskrim menangkap tiga pelaku yang masih berusia 16 tahun. Dari keterangan ketiganya, polisi menangkap Hendrik, 27 tahun, dan Jamaludin, 19 tahun di Cikupa, Tangerang, Banten. "Kedua tersangka ini otaknya," kata dia. "Mereka adalah residivis kasus pencurian dan penganiayaan."

Dari penyelidikan sementara, ke dua pelaku ini menghasut bocah-bocah tanggung untuk melakukan perbuatan kriminal. Adapun tujuh pelaku lain masih dalam pengejaran petugas. Polisi juga belum menemukan harta korban yang diambil pelaku, karena dibawa pelaku yang masih buronan polisi tersebut. "Kami terus melakukan pengembangan," kata Imam.

Akibat perbuatannya, mereka kini ditahan di Mapolsek Bekasi Timur. Dijerat dengan Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman kurungan penjara selama sembilan tahun. "Kasus ini tergolong modus baru di wilayah kami," kata dia. "Karena baru pertama kali."


EmoticonEmoticon

XXXKel¡k 2X G∂mb∂r Untuk TutupXXX